Profil

1042658_720

PONDOK PESANTREN PAGELARAN 3

Pondok Pesantren Pagelaran III menyelenggarakan pendidikan SMP, SMA, dan SMK berbasis pondok pesantren

Sejarah Pesantren Pagelaran III

Pada dini tahun 1900- an, Bupati Sumedang pada dikala itu Pangeran Wiriakusumah merasa kalau warga mukmin Sumedang amat membutuhkan edukasi pakar agama. Hingga dengan itu, Bupati Sumedang mendatangkan sebagian orang kyai dari bermacam area, antara lain merupakan K. H. Muhyiddin bin Arif seseorang kyai yang berawal dari Garut. Pada tahun 1910 K. H. Muhyiddin ditempatkan di diaerah Cimalaka, disitu dia mendirikan pesantren yang diketahui dengan pesantren Cimalaka. Sehabis 10 tahun disitu, dia alih ke sesuatu tempat terasing di Cimeuhmal, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang.

Di tempat itu dia mendirikan pesantren yang diberi nama Pondok Pesantren Pagelaran. Sesudah revolusi kebebasan, situasi wilayah amat tidak nyaman sebab merajalelanya kendala kawanan. Banyak pengikut serta teman seperjuangan K. H. Muhyiddin yang berpulang jadi korban kebengisan kawanan.

 Alhasil pada tahun 1950 diputuskan buat mengungsi, kembali ke Sumedang. Dia bermukim di wilayah Kalangan. Sepanjang bermukim disitu aktivitas pengajian senantiasa berjalan, serta setelah itu dia mendirikan pondok pesantren. Pada tahun 1962 atas permohonan tokoh- tokoh warga Dusun Gardusayang dan pejabat tentara durasi itu, dia alih ke Dusun Gardusayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Tokoh- tokoh warga serta pihak tentara durasi itu memohon kehadiran dia buat merehabilitasi psikologis warga yang cacat dampak kawanan berandal keamanan. Di tempat ini dia mendirikan pondok pesantren pasirnaan. Pada tahun 1973, Dia berpulang ke Rahmatullah pada umur 97 tahun serta dimakamkan di Cimeuhmal. Putra- putra dia memanggil pesantren Pagelaran di Cimeuhmal jadi Pondok Pesantren Pagelaran I, pesantren di Kalangan Sumedang jadi Pondok Pesantren Pagelaran II serta pesantren pasirnaan di Gardusayang bagaikan Pondok Pesantren Pagelaran III.
 
Periode K.H. Abdul Qoyum Muyiddin (1973 – 2005)
Sepeninggal K. H. Muhyiddin, kepemimpinan Pondok Pesantren Pagelaran III dilanjutkan oleh salah seseorang puteranya ialah Abdul Qoyum yang diketahui dengan K. H. Oom Muhyiddin. Pada rentang waktu ini merupakan terjalin kemajuan yang amat cepat, terutama merupakan besarnya guna pesantren bagaikan lembaga pembelajaran yang menyelenggaran bermacam jasa pada pemeluk semacam aktivitas badan ta’ lim, pembelajaran pesantren salafiyah, madrasah diniyah, TK, eksekutor program alami dikdas, dan pembelajaran sekolah resmi SMP serta SMA dan SMK. Tidak hanya itu, jadi lembaga sosial melalui penajaan bermacam aktivitas sosial semacam penyantunan anak yatim, penyantunan miskin miskin, penajaan poskestren, dan lain- lain. 

 

Open chat
1
Butuh Bantuan ?
Assalamuaiakum.
ada yang bisa kami bantu ?