
Suasana khidmat dan penuh gelora kebangsaan menyelimuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026. Bertindak sebagai pembina upacara, KH. Asep Asrofil Alama menyampaikan amanat menggugah mengenai kontribusi besar kaum pesantren terhadap kemerdekaan Indonesia sekaligus arah masa depan generasi santri. Dalam pidatonya, KH. Asep Asrofil Alama kembali mengingatkan sejarah panjang perjuangan bangsa yang tidak bisa dilepaskan dari peran kiai dan santri.
“Bangsa ini dibangun oleh ulama yang memperjuangkan negara ini. Keringat, darah, dan doa para pendahulu kita adalah fondasi kemerdekaan yang kita nikmati hari ini. Sudah menjadi kewajiban santri masa kini untuk menjaga keutuhan NKRI,” tegas KH. Asep di hadapan ribuan santri dan peserta upacara.
Pesan Rasulullah: Jadilah Manusia yang Paling Bermanfaat
Lebih lanjut, beliau berpesan agar para santri tidak berpuas diri hanya dengan memahami teori keilmuan agama, melainkan mampu mengamalkannya dalam bentuk kontribusi nyata di tengah masyarakat. Keberhasilan seorang penuntut ilmu dinilai dari seberapa besar keberkahan dan manfaat yang dihadirkan bagi sesama.
Dalam kesempatan tersebut, beliau mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabarani:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Khairunnas anfa’uhum lin-naas”
Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ath-Thabarani)
Gantungkan Cita-Cita Setinggi Langit
Menjelang akhir amanatnya, KH. Asep Asrofil Alama memompa semangat para santri agar memiliki impian besar dan optimisme tinggi dalam menyongsong masa depan peradaban global. Menurutnya, santri masa kini harus berani mengambil peran strategis di berbagai bidang, mulai dari sains, ekonomi, sosial, hingga kepemimpinan nasional.
“Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jangan pernah merasa kecil hanya karena mengenakan sarung. Kalian adalah calon penerus peradaban dan pemimpin masa depan negeri ini,” seru beliau yang disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
Upacara peringatan berlangsung lancar dan ditutup dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan serta kemajuan bangsa Indonesia.
“Selamat Hari Santri Nasional 2026! Terus bertumbuh, berakhlak mulia, dan berbakti bagi kejayaan Indonesia.”



