Pengajian Syahrani dengan Tema “Keutamaan Guru dalam Islam” oleh DR. KH. Dandy Sobron M, S.Si., M.T dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Desember 2025 di Gedung Sebra Guna Pesantren Pagelaran 3
Profesi guru merupakan salah satu profesi yang paling mulia. Alhamdulillah, Allah SWT telah menakdirkan sebagian hamba-Nya untuk mengabdikan diri sebagai guru. Kedudukan guru dalam Islam sangat tinggi karena guru merupakan pewaris para nabi. Rasulullah SAW sendiri adalah seorang pendidik agung yang menyampaikan risalah, membimbing umat, serta menjadi teladan dalam setiap aspek kehidupan. Oleh karena itu, seorang guru hendaknya merasa bangga dengan profesinya, karena sesungguhnya ia tengah menjalankan salah satu misi kenabian.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Dan para nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, melainkan ilmu. Barang siapa yang mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Guru termasuk dalam golongan pewaris para nabi karena tugas utamanya adalah menyampaikan ilmu dan membimbing umat menuju kebenaran.
Kesetaraan Guru Agama dan Guru Sekolah
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT meninggikan derajat orang-orang berilmu:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Baik guru agama maupun guru ilmu umum, keduanya sama-sama memiliki kemuliaan karena ilmu yang mereka ajarkan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Semua ilmu hakikatnya bersumber dari Allah SWT, sehingga seorang guru dalam bidang apa pun tetap berada pada kedudukan yang mulia.
Keistimewaan Guru dalam Islam
Beberapa keutamaan yang dimiliki seorang guru antara lain:
- Menjadi pribadi istimewa
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak boleh iri kecuali kepada dua orang: orang yang diberi Allah Al-Qur’an lalu ia membacanya siang dan malam, dan orang yang diberi harta oleh Allah lalu ia infakkan di jalan-Nya siang dan malam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Guru yang mengajarkan Al-Qur’an termasuk dalam golongan pertama, karena ia menyebarkan ilmu yang bersumber dari wahyu Allah. - Mengangkat derajat orang tua
Ilmu yang diajarkan seorang guru bukan hanya mengangkat derajat dirinya, tetapi juga memuliakan orang tua yang mendidiknya. - Pahala yang terus mengalir
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)
Guru yang mengajarkan kebaikan akan mendapatkan pahala berlipat ganda dari amal murid-muridnya. - Ilmu sebagai amal jariyah
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, terputus amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak sholeh.” (HR. Muslim)
Ilmu yang diajarkan seorang guru akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun ia telah meninggal. - Kasih sayang Allah SWT
Orang yang menuntut dan mengajarkan ilmu akan mendapat rahmat Allah. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia lakukan.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Hal ini menunjukkan kemuliaan guru dan penuntut ilmu yang mendapatkan kasih sayang dari Allah SWT.
Kisah Kemuliaan Guru di Akhirat
Dalam literatur keislaman diceritakan bahwa pada hari kiamat, ada beberapa golongan yang akan dimuliakan Allah, seperti para syuhada, ulama, orang kaya yang dermawan, dan haji mabrur. Ketika mereka berebut untuk masuk surga, Malaikat Ridwan bertanya siapa yang lebih dahulu. Para syuhada berkata, “Kami lebih dahulu karena kami berjuang di medan perang.” Namun ketika ditanya siapa yang mengajari mereka sehingga bisa menjadi syahid, mereka menjawab, “Guru kami.” Maka guru-lah yang lebih dahulu masuk surga. Kisah ini memberikan gambaran tentang tingginya kedudukan guru.
Menurut beliau, guru dapat digolongkan dalam beberapa tingkatan:
- Mu’allim, sosok yang mampu mengajarkan ilmu.
- Muaddib, sosok yang mampu membentuk akhlak mulia.
- Murabbi, sosok yang mencerdaskan, mendidik akhlak, dan menumbuhkan potensi murid.
- Mujahid, sosok yang membangkitkan semangat perjuangan (ruh jihad).
- Mursyid, sosok pembimbing spiritual yang mengantarkan murid menuju kedekatan dengan Allah SWT.
Penutup
Menjadi guru adalah amanah sekaligus karunia besar dari Allah SWT. Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga pembimbing akhlak, penumbuh potensi, dan pewaris misi kenabian. Oleh karena itu, seorang guru hendaknya bangga dan bersyukur atas profesi mulia ini, serta menjadikannya sebagai ibadah agar mendapat keberkahan di dunia dan akhirat.
Harus bangga jadi guru, karena guru adalah cahaya bagi umat.